Sales Inquiry

Product Detail

Products / MOBIZ Distribution System

MOBIZ Distribution System

d1

Usaha distribusi adalah perusahaan yang membeli barang dari pabrik / principal dan melakukan penjualan ke toko-toko, pasar tradisional, dan modern market melalui tenaga marketing (salesman) yang aktif mengunjungi untuk taking order. Perusahaan distribusi biasanya memberikan termin/kredit ke toko-toko, sehingga butuh adanya pengaturan jadwal kunjungan kolektor untuk melakukan penagihan secara berkala.

Selain penjualan secara taking order, perusahaan distribusi biasanya juga aktif melakukan penjualan dengan mobil van berisi produk barangnya dan langsung menawarkan ke pelangganya yang biasanya di level pasar tradisional (kanvasing). Agar semua proses ini bisa berjalan lancar, maka perusahaan distribusi butuh sebuah sistem yang bisa mencatat perencanaan kunjungan salesman baik untuk taking order maupun kanvasing dan kunjungan kolektor dalam melakukan penagihan agar bisa dinilai kinerja usahanya seperti laporan kanvasing, laporan effective call dan laporan penerimaan uang & giro dari kolektor.

Mobiz Distribution System mengintegrasikan mulai dari pembelian barang, manajemen stok gudang, penjualan reguler/TO dan canvassing, manajemen pengiriman barang, manajemen kunjungan salesman & kolektor untuk penagihan sampai ke pencatatan hutang piutang serta laporan keuangan. 

Dilengkapi dengan beragam modul perencanaan untuk pengawasan proses operasional yang lebih baik dan sudah support peggunaan Barcode Scanner Handheld untuk efisiensi input data di lapangan. Didesain agar bisa digunakan oleh perusahaan multi cabang secara online maupun offline menggunakan konsep Data Synchronization sehingga dapat menghemat biaya infrastruktur jaringan antara cabang dan pusat.

Cocok untuk model perusahaan :
  1. Principal yang memiliki agen sub distributor internal maupun terpisah
  2. Distributor yang memegang produk dari banyak principal dengan satu cabang atau lebih
Manfaatnya telah banyak dirasakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi di seluruh Indonesia terutama di bidang FMCG, bahan bangunan, farmasi/obat, ekletronik dan garment.des

 


Menjaga Cash Flow Perusahaan

Cash Flow merupakan salah satu komponen terpenting dari setiap perusahaan. Mobiz bisa membantu meringankan tugas manajemen memonitor kesehatan cash flow dengan cara:

  1. Mencegah penjualan ke pelanggan yang kurang sehat pembayarannya.

    • Seting plafon/credit limit yang berbeda untuk setiap pelanggan

    • Seting untuk toleransi berapa lembar invoice yang sudah jatuh tempo dan giro non kliring yang diperbolehkan.

    • Pengisian data penjualan terblokir secara otomatis

    • Laporan KPI Pelanggan untuk menentukan pelanggan yang sehat dan tidak dengan mudah

  2. Mengoptimalkan penagihan piutang

    • Penjadwalan kunjungan kolektor

    • Pemilihan tagihan/kontrabon yang sudah jatuh tempo secara otomatis.

  1. Mencegah penumpukan stok barang di gudang untuk menghindari uang mati

    • Level stok maksimum untuk setiap barang

    • Pengisan data pembelian terblokir secara otomatis

 

Pembelian Barang & Hutang Dagang

Mencakup data-data transaksi pembelian dan penerimaan barang yang dilakukan oleh perusahaan. Pembelian dapat dilakukan dengan menggunakan mata uang rupiah ataupun mata uang asing lainnya. Juga mencatat barang-barang yang dikembalikan. Bersama dengan data Kas/Bank, user dapat mengetahui hutang perusahaan melalui modul supplier. Transaksi dan laporan yang dihasilkan juga bisa dicatat berdasarkan proyek konsumen.

Submodul terkait:

1.Transaksi Order Pembelian

  • Mencatat barang yang dibeli berikut dengan kuantiti dan harganya.

  • Mendukung cash back dan pembelian barang bonus

2.Transaksi Penerimaan Barang

  • Mencatat barang yang diterima berdasarkan Order Pembelian ke supplier maupun Retur Pembelian dari supplier tersebut.

  • Sebuah Order Pembelian bisa diterimakan berkali-kali.

  • Bisa melakukan penerimaan barang untuk beberapa Order Pembelian sekaligus.

  • Stok barang akan bertambah dan hutang akan diakui saat transaksi ini diposting.

  • Setingan untuk toleransi barang yang dapat diterima lebih daripada Order Pembeliannya.

 3.Transaksi Retur Pembelian,

  • Mencatat barang yang akan dikembalikan kepada supplier. Bisa ditukar dengan uang atau barang

  • Barang yang ditukar bisa langsung diterima saat itu juga atau diterimakan di lain waktu melalui transaksi penerimaan barang

  • Saat transaksi ini diposting, maka akan terbentuk nota debet untuk memotong hutang terhadap supplier tersebut. 

4.Transaksi Faktur Pembelian

  • Mencatat tagihan yang dikirimkan oleh supplier kepada perusahaan ini.

  • Sebuah Faktur Pembelian bisa dibuat berdasarkan satu atau lebih Penerimaan Barang dalam satu atau lebih Order Pembelian juga.

  • Faktur Pembelian masih bisa dioverride juga nilainya dengan permission khusus dari pihak manajemen. Saat dioverride, user bisa memilih apakah selisihnya akan dijurnal terhadap nilai persediaan atau terhadap biaya/pendapatan lain-lain.

5.Transaksi Faktur Hutang

  • Mencatat pembelian untuk bukan barang dagangan; biasanya untuk jasa pengiriman, outsourcing, dan pengakuan hutang terhadap biaya-biaya lainnya

  • Mencatatkan PPH 23 sesuai dengan tarifnya

6.    Transaksi Pembayaran Hutang Dagang

  • Mencatat pembayaran terhadap hutang dari supplier, di mana sebuah voucher pembayaran bisa dibuat untuk banyak tagihan yang berasal dari sebuah supplier.

  • Pembayaran bisa langsung dilakukan penuh sesuai dengan nilai tagihan atau sebagian saja.

  • Bila pembayaran menggunakan cek/giro, maka user dapat mengisikan tanggal kliringnya agar saldo di bank tidak langsung terpotong saat itu juga, melainkan terpotong saat kliring dilakukan nanti.

  • Kalau cek/giro tersebut ternyata bounce maka admin bisa klik tombol bounce yang mana akan menimbulkan kembali hutang supplier tersebut karena tagihannya kembali menjadi aktif (belum terbayar)

Screenshot

Flow proses pembelian barang & hutang dagang

Flow proses pembelian barang & hutang dagang

Order Pembelian barang dagangan

Order Pembelian barang dagangan

Penerimaan barang dagangan

Penerimaan barang dagangan

Faktur Pembelian yang nilainya dioverride sehingga bisa beda dengan Order Pembeliannya

Faktur Pembelian yang nilainya dioverride sehingga bisa beda dengan Order Pembeliannya

Faktur Hutang untuk biaya makloon / outsourcing

Faktur Hutang untuk biaya makloon / outsourcing

Pembayaran hutang dagang dengan giro

Pembayaran hutang dagang dengan giro